
Meningkatkan Perlindungan Terhadap WNI
Melalui Yandu dan Pengukuhan Satgas di Al-Namas

Para
WNI dan majikan di wilayah akredistasi KJRI Jeddah
khususnya di kota Al-Namas dan sekitarnya yang ingin
mengurus berbagai urusan kekonsuleran merasa bahagia
pada pagi yang dingin itu, Kamis 30 Agustus 2007 karena
mereka dapat menghemat waktu dan tenaga serta tidak
perlu mengeluarkan biaya ektra untuk pergi ke kantor
KJRI Jeddah yang berjarak sekitar 850 km. Sebagai upaya
jemput "bola", tim KJRI Jeddah yang terdiri dari bidang
Konsuler, Pensosbud, Imigrasi dan Tenaga Kerja yang
dipimpin langsung oleh Konjen RI Jeddah melakukan
pelayanan Terpadu (Yandu) bertempat di Plaza Center
hotel. Tidak kurang dari 60 WNI yang mayoritas adalah
para tenaga kerja sektor informal (supir dan pembantu
rumah tangga) dengan antusias mendatangi hotel tersebut
untuk memperpanjang passport, kekonsuleran dan
konsultasi tentang ketenagakerjaan.
Untuk
mengintensifkan perlindungan bagi WNI di wilayah Al-Namas
dan sekitarnya pada malam harinya pukul 22.00 bertempat
di Qasr Abdurrahman Usman Al-Isbali, Konjen RI Jeddah
secara resmi mengukuhkan 3 orang Satuan Tugas (satgas)
yaitu : Zen Mahendra, Hasanuddin dan Salim Sutardi.
Ketiga orang satgas tersebut dibekali dengan surat tugas
dari KJRI Jeddah untuk berkoordinasi dengan instansi
terkait di Al-Namas dan sekitarnya dalam rangka membantu
KJRI menyelesaikan kasus TKI yang timbul di wilayah
tersebut. Acara dilanjutkan dengan tatap muka Konjen RI
Jeddah dan masyarakat Indonesia di Al-Namas. Hadir dalam
acara tersebut sekitar 120 orang.
Dalam
sambutannya Konjen RI Jeddah menekankan pentingnya
kerjasama antar sesama WNI dalam upaya memberikan
perlindungan sesama warga negara di wilayah Al-Namas dan
sekitarnya. Konjen RI juga menghimbau agar para WNI di
Al-Namas tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta
mentaati peraturan hokum positif maupun adat istiadat
setempat.
Selanjutnya, dalam rangka menjalin komunikasi antara
KJRI dan masyarakat diadakan sesi tanya jawab yang
dipandu oleh Staf Teknis Naker. Pada sesi tersebut para
TKI menanyakan berbagai problem yang mereka hadapi dan
juga memberikan berbagai masukan kepada KJRI dalam
rangka peningkatan pelayanan, pembinaan dan perlindungan
WNI di wilayah akreditasi KJRI Jeddah. Diantara masukan
yang diusulkan masyarakat adalah perlunya Konjen RI
menghimbau para perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja
Asing atau yang lebih populer disebut dengan istilah
Maktab Istiqdam untuk mempekerjakan orang Indonesia
sebagai penterjemah jika ada kasus yang menimpa TKI.
Masyarakat Indonesia di Al-Namas sangat menyambut baik
penunjukan satgas dan yandu di wilayah tersebut. Mereka
berharap upaya perlindungan terhadap TKI di wilayah
tersebut semakin baik.
Sebagai informasi, kota Al-Namas mempunyai luas wilayah
50 km˛, terletak di garis wilayah Taif – Abha, berjarak
450 km sebelah Selatan Taif dan 150 km sebelah Utara
Abha, namun harus ditempuh dengan melingkari pegunungan
sehingga jarak tempuhnya dapat mencapai sekitar 850 km.
Kota tersebut berada di puncak pegunungan Sarawat dengan
jumlah penduduk sebanyak 80.000 jiwa. Suhunya sejuk pada
musim panas, dan pada musim dingin terasa sangat dingin
hingga mencapai 6 derajat celcius. (abd)