"Stop
AIDS dengan kasih sayang dan keteladanan"
Dalam
rangka memperingati hari AIDS sedunia 2007, KJRI Jeddah
mengadakan Ceramah dan Sosialisasi Epidemi HIV/AIDS
dengan tema "Stop AIDS dengan kasih sayang dan
keteladanan".
Acara
tersebut diadakan di Balai Nusantara KJRI Jeddah pada
hari Kamis 6 Desember 2007 pukul 20.00 yang dihadiri
oleh keluarga besar KJRI Jeddah dan masyarakat Indonesia
Jeddah termasuk para pelajar remaja Sekolah Indonesia
Jeddah.
Tampil sebagai pembicara adalah Dr. Barita Sitompul
Wakil Ketua II Bidang
Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab
Saudi yang menjelaskan tentang AIDS dari segi
medis dan Ust. Sholihin Abdullah Syarkawi MA, Staf KJRI
Jeddah yang menjelaskan pandangan Islam terhadap prilaku
seks menyimpang.
Konjen RI Jeddah dalam sambutannya menekankan perlunya
sosialisasi AIDS untuk meningkatkan kesadaran WNI
terhadap bahaya AIDS mengingat penderita AIDS di Saudi
Arabia 70 persennya adalah para pendatang.
Dr.
Barita Sitompul, dalam paparannya menjelaskan definisi,
penyebaran, gejala klinis, pencegahan serta pengobatan
HIV/AIDS. Sementara itu Sholihin Abdullah Syarkawi
menjelaskan beberapa prilaku sek menyimpang yang
diharamkan oleh agama.
Usai
ceramah acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang
dimoderatori oleh Drs. Dharmakirty SP, Pelaksana Fungsi
Pensosbud I.
Angka
kumulatif penderita AIDS di Saudi Arabia sampai dengan
tahun 2006 mencapai 11,520 penderita, terdiri dari 2,658
penderita warga Saudi dan 8,852 penderita adalah para
pendatang. Adapun rasio antara pria dan wanita
diprediksikan 2/3 pada pria dan 1/3 bagi wanita.
Sebanyak 79.5 persen dari pengindap HIV/AIDS adalah
orang dewasa berumur 15-49 tahun, sedangkan total yang
diderita oleh anak-anak sebanyak 6.4 persen.
Sebuah survey yang dilakukan oleh seorang Profesor
Ekonomi King Abdul Aziz University terhadap para 147
mahasiswa yang berumur antara 19 dan 23 tahun -
sebagaimana dimuat oleh harian arabnews tanggal 6
January 2007- menyatakan bahwa 90 persen dari responden
meyakini bahwa pengidap AIDS di Saudi Arabia jauh lebih
banyak dari jumlah penderita yang diumumkan secara resmi.