Peningkatan Kualitas dan Kuantitas
TKI Formal di Saudi Arabia

Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah TKI Skill di
Saudi Arabia, KJRI Jeddah telah mengadakan sarasehan
bertema ”Peningkatan Kualitas dan Kuantitas TKI Formal
di Saudi Arabia” pada Kamis, 17 April 2008 pukul 11.00
s/d 15.00 di Balai Nusantara KJRI Jeddah yang dihadiri
oleh lebih dari 150 TKI sektor formal.
Tampil sebagai pembicara Tjetje Al Anshari (Dirjen
BINAPENTA Depnakertrans), Ramli Sa’ud (Deputi Bidang
Kerjasama dan Promosi BNP2TKI), Ade Adam Nuh (Deputi
Penempatan BNP2TKI).
Sarasehan dibuka secara resmi oleh Konjen RI Jeddah,
Drs. Gatot Abdullah Mansyur dan dihadiri oleh wakil dari
Kementerian Tenaga Kerja Saudi, Mr. Madjid Al Otaybi,
Direktur Pengawas Tenaga Kerja dan wakil KADIN Jeddah,
Mr. Adnan H. Mandourah serta GM of Business Sector and
Committee Dabbagh Group, Muhammad Syuaib.
Dalam sambutannya Konjen RI Jeddah menyampaikan bahwa
isu naker telah menjadi perhatian utama pemerintah dan
mempunyai 2 sisi yang sama pentingnya, yaitu
perlindungan dan promosi. Saudi Arabia yang merupakan
negara ekonomi terkuat di wilayahnya masih membutuhkan
tenaga kerja skill. Sarasehan ini diharapkan dapat
memberikan berbagai masukan bagi pengambilan kebijakan
penempatan TKI di luar negeri.
Direktur Pengawas Tenaga Kerja dan wakil KADIN Jeddah,
Mr. Adnan H. Mandourah, dalam sambutannya menyatakan
bahwa dengan adanya 6 kota ekonomi/industri baru maka
negaranya banyak membutuhkan tenaga kerja, khususnya
dalam kegiatan pembangunan fasilitas dan prasarana di 6
kota tersebut. Ia menyampaikan bahwa dalam periode 5
tahun mendatang diperkirakan Saudi Arabia membutuhkan
sekitar 1 juta tenaga kerja.
Sementara itu, salah satu perusahaan swasta setempat,
yaitu DABBAGH Group melalui wakilnya menyampaikan bahwa
pemerintah setempat telah mengeluarkan biaya yang besar
untuk pembangunan infrastruktur. Kondisi ini membuka
kesempatan tidak hanya bagi naker Indonesia, namun juga
perusahaan-perusahaan Indonesia, khususnya di sektor
konstruksi dan pembangkit energi.
Dirjen BINAPENTA Depnakertrans dalam paparannya
menyampaikan berbagai
Kebijakan di Bidang Penempatan TKI Formal di Luar
Negeri. Upaya peningkatan pelayanan TKI dikembangkan
melalui konsep Three in One yaitu Pelatihan, Sertifikasi
dan Penempatan. Ia mengatakan bahwa Pemerintah RI siap
bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi untuk
mengirimkan tenaga kerja formal.
Sementara itu Deputi Bidang
Kerjasama dan Promosi memaparkan berbagai potensi TKI
serta berbagai kebijakan penempatannya. Ia mengatakan
bahwa presentase naker wanita masih mendominasi
pengiriman ke luar negeri dan untuk tahun 2008
direncanakan akan mengirim sekitar 400 ribu naker ke
Saudi Arabia. Menurutnya paradigma baru dalam kebijakan
bidang naker saat ini adalah pro active, terbuka,
transparan, partisipasi seluruh stake holders dan
penekanan pada pengiriman naker formal/skill serta semi
skill.

Dalam acara tanya jawab, para peserta sarasehan
mengusulkan penghapusan seluruh biaya yang harus
ditanggung calon naker, selain itu mereka berharap agar
proses penempatan TKI lebih transparan dan TKI yang
dikirim benar-benar kompeten di bidangnya.
Beberapa perusahaan pengerah naker setempat yang hadir
juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini naker dari
Indonesia dinilai masih yang terbaik dan pihaknya
menyatakan siap bekerja sama dalam proses penyelesaian
masalah naker dan pihak user. Selain itu disampaikan
juga bahwa kesamaan agama antara kedua negara seharusnya
dapat meningkatkan saling pengertian dan mengurangi
permasalahan yang timbul.
Di Akhir acara Konjen RI Jeddah telah mengukuhkan
dibentuknya kepengurusan Indonesia Rabigh Community
(IRC). IRC merupakan organisasi massa di kota Rabigh (±
150 km utara Jeddah) yang anggotanya mencapai ± 600
orang tenaga kerja formal Indonesia yang terdiri dari
berbagai sektor dan bidang yang bermukim di Rabigh.
Jeddah, 19 April 2008