DIRGAHAYU DEPARTEMEN
LUAR NEGERI KE-62
DI KJRI JEDDAH

Di sela-sela peringatan Dirgahayu HUT RI ke 62, KJRI
Jeddah juga memperingati Dirgahayu Departemen Luar
Negeri RI ke-62 yang diawali dengan pembacaan
sejarah lahirnya Departemen Luar Negeri. Dimana
setelah dua hari, Soekarno dan Mohammad Hatta
memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada
hari Jum’at 17 Agustus, kabinet pertama RI dibentuk
dengan Ahmad Soebardjo sebagai Menteri Luar Negeri
pertama RI.
Dengan demikian tanggal 19 Agustus menjadi
hari berdirinya Departemen Luar Negeri yang
tujuannya antara lain mengusahakan simpati dan
dukungan masyarakat internasional, menggalang
solidaritas di segala bidang dan dengan berbagai
macam upaya untuk memperoleh dukungan dan pengakuan
atas kemerdekaan Indonesia.
Salah satu tugas utama Deplu melalui
diplomasi antara lain melakukan perundingan dan
membuat persetujuan (1945-1950) antara lain, pada
tahun :
| 1947 |
Persetujuan Linggar Jati - pengakuan atas RI
meliputi pulau Jawa dan Madura. |
| 1948 |
Perjanjian Renville -pengakuan atas RI
meliputi Jawa dan Sumatera. |
| 1949 |
Perjanjian KMB -Indonesia dalam bentuk
negara Federal |
| 1950 |
Diplomasi Indonesia berhasil mengembalikan
keutuhan wilayah RI dengan membatalkan
perjanjian Konferensi Meja Bundar .
|
Masa lima tahun pertama kemerdekaan
Indonesia merupakan masa yang menentukan dalam
perjuangan penegakan kemerdekaan yang merupakan
bagian sejarah yang menentukan karakter dan watak
politik luar negeri Indonesia. Semangat diplomasi
perjuangan yang memungkinkan Indonesia pada akhirnya
meraih dukungan luas masyarakat internasional di PBB
pada tahun 1950.
Sedangkan pada tahun 1966-1998 tugas
diplomasi deplu yang menonjol antara lain :
| - |
Pengakuan Irian Barat. |
| - |
Pengakuan terhadap Indonesia seabgai negara
kepulauan dalam perjuangan hukum laut UNCLOS
(United Nation Convention on Law of the
Sea). |
| - |
Meningkatkan kerjasama ASEAN. |
| - |
Mencari pengakuan internasional terhadap
Timtim. |
| - |
Ketua Gerakan Non Blok untuk
memperjuangankan kepentingan negara-negara
berkembang. |
| - |
Ketua APEC dan G-15. |
| - |
Meningkatkan kerjasama pembangunan.
|
Sedangkan tugas utama Deplu 1988 hingga
sekarang antara lain:
| - |
Memelihara dan meningkatkan dukungan
internasional terhadap keutuhan wilayah dan
kedaulatan Indonesia. |
| - |
Upaya membantu pemulihan ekonomi melalui
diplomasi ekonomi internasional untuk
menjalin, meningkatkan dan memanfaatkan hubungan
atau kerjasama yang apabila diperlukan
menggunakan kekuatan politik untuk mencapai
tujuan-tujuan ekonomi. |
| - |
Upaya peningkatan citra Indonesia di
masyarakat Internasional sebagai negara
demokratis, pluralis, menghormati hak asasi
manusia dan memajukan perdamaian dunia dilakukan
dengan promosi pariwisata dan budaya dengan
berbagai negara di dunia. |
| - |
Meningkatkan kualitas pelayanan dan
perlindungan WNI. |
Usai pemaparan sejarah Deplu, Konsul
Jenderal, Gatot Abdullah Mansyur memberikan sambutan
tentang pentingnya loyalitas dan tertib fisik dan
waktu dalam bekerja di pemerintahan. Acara
dilanjutkan de ngan menyanyikan lagu Mars Deplu.
Usai seremonial acara dilanjutkan dengan
pemotongan kue tumpeng yang di-serahkan kepada dua
orang Homestaff dan satu Pegawai Setempat. Kemudian
penyerahan piagam penghargaan kepada anggota dan
pembina Paskibra dan ditutup dengan acara Pisah
Sambut oleh Sdr. Ja’far Siddiq Abu Bakar yang
mengakhiri masa tugasnya di KJRI Jeddah dan empat
guru SIJ yang baru bertugas. (SA)