|
Dialog Peran Pemuda dalam Demokrasi
Pada
tanggal 22 Oktober 2008, Dalam rangka memperingati hari Sumpah
Pemuda yang ke-80, Konsulat Jenderal RI Jeddah mengadakan dialog
antara masyarakat Indonesia Jeddah dengan delegasi pertukaran pemuda
Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI yang terdiri dari 10 Perwakilan
Organisasi Kepemudaan (OKP) yaitu : Gerakan Pemuda Indonesia,
Angkatan Muda Ka'bah, Gerakan Pemuda Ka'bah, Gerakan Pemuda Ansor,
Generasi Pemuda Pembangunan Indonesia, Generasi Muda Matla'ul Anwar,
Gema Keadilan, Kader Muda Demokrat dan Angkatan Muda Tharekat Islam.

Plh.
Konsul Jenderal RI Jeddah, dalam sambutannya menegaskan peran
strategis pemuda dalam demokrasi dan pentingnya mensosialisasikan
tahun 2009 sebagai tahun politik kepada masyarakat Indonesia Jeddah,
mengingat pemilihan anggota DPD, DPR dan Presiden RI akan
berlangsung dalam kurun waktu tersebut.
Sementara itu Abri Eko Noerjanto, Ketua Delegasi Pemuda RI dalam
sambutannya mensosialisasikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan
oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga dalam rangka mencetak pemuda
Indonesia yang benar-benar mempunyai integritas dan kapasitas yang
memadai diantaranya membuat rancangan Undang-undang kepemudaan.
Acara dialog berlangsung dengan hangat diwarnai dengan berbagai
kritik terhadap OKP, masukan dan saran. Peserta dialog sepakat
bahwa penerapan demokrasi di Indonesia mestinya bukan saja dalam hal
politik menjelang pemilu saja tapi harus diterapkan dalam berbagai
bidang social kemasyarakatan dan ekonomi secara berkesinambungan. Tingginya
angka pengangguran dan kemiskinan, merupakan bukti bahwa demokrasi
dibidang sosial kemasyarakatan dan ekonomi belum optimal.
Peserta juga mengusulkan agar kerjasama dengan adanya pertukaran
pemuda antara Indonesia dan Saudi dapat ditingkat dengan mengkaji
peran Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dan Saudi
Arabia sebagai pusat ummat Islam. Mengingat kedua negara merupakan
negara yang aktif di OKI, IDB, OPEC, GNB dan Liga Muslim Dunia (Rabithah
Alam Islami). Kerjasama yang intensif antar kedua negara diyakini
mempengaruhi dan mewarnai negara-negara lainnya.
Peserta yang mayoritas adalah TKI juga mengusulkan agar para pemuda
di Indonesia melalui OKP-nya masing-masing mendesak pemerintah untuk
memperbaiki system penempatan dan perlindungan TKI diluar negeri
khususnya di Saudi Arabia. Sebagaimana mereka juga mendesak para OKP
agar membuat berbagai pelatihan peningkatan skill pemuda Indonesia.
Selanjutnya perwakilan OKP menghimbau kepada masyarakat Indonesia
Jeddah khususnya generasi muda untuk tidak anti dengan politik. Dengan
demikian pemuda dapat mengawal demokrasi yang sedang berjalan.
Mereka menegaskan akan pentingnya menyepakati definisi demokrasi
sebagai salah satu proses yang tidak pernah final. Mereka
menegaskan bahwa demokrasi hanya bisa tumbuh mapan jika didukung
dengan adanya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat. Sehingga
model demokrasi yang beragam sebagaimana yang telah dialami
Indonesia bukan suatu persoalan penting selama masyarakat Indonesia
hidup sejahtera.
Jika
melihat perjalan sejarah Indonesia yang baru merdeka 63 tahun adalah
merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan dimana Indonesia
telah berhasil melaksanakan pemilu secara lngsung dan damai. Telah
terlihat kesadaran dikalangan masyarakat akan pentingnya memberikan
suara dalam pemilu baik dalam skala daerah maupun nasional. Hal ini
merupakan salah satu indikasi akan tumbuhnya kedewasaan masyarakat
dalam menjalankan demokrasi.
Kunjungan delegasi Pemuda tersebut ke Jeddah dalam rangka program
Pertukaran Kunjungan Pemuda Indonesia – Arab Saudi. Selama berada
di Arab Saudi mereka telah melakukan berbagai kegiatan diantaranya :
mengunjungi masjid Nabawi, mengunjungi Stasiun Kereta Api Hejaz,
mengunjungi Komplek Percetakan Al-Quran King Fahad, mengunjungi
kampus Universitas Islam, mengunjungi Masjid Quba, Qiblataini dan
Syuhada Uhud, mengunjungi Proyek Perluasan Masjid Nabawi,
melaksanakan ibadah umroh, mengunjungi pabrik Kiswah Ka'bah,
mengunjungi Pameran Al-Haramaini, mengunjungi Arafah, Muzdalifah dan
Mina, mengunjungi kota Jeddah Lama, mengunjungi Museum Abdul Rauf
Kholil, mengunjungi Klub Al-Ittihad dan mengunjungi Daar Safia Binti
Zagr.
Jeddah, 27 Oktober 2008
Kembali >>>
|