Shalat Ghaib dan Doa Bersama
Untuk Mantan Presiden Soeharto
Kabar telah
berpulangnya mantan Presiden Soeharto menjadi bahan
pembicaraan masyarakat Indonesia di Jeddah yang
sebagian mendapat kabar duka tersebut melalui sms
dari teman ataupun kerabatnya di Indonesia. Sebagian
masyarakat lainnya mengetahui kabar duka tersebut
melalui siaran langsung yang ditayangkan berbagai
stasiun TV swasta seperti Indosiar dan TPI.
Masyarakat yang terakhir ini biasanya selalu
mengikuti perkembangan di tanah air melalui siaran
TV Indosiar dan TPI yang ditangkap melalui antena
parabola.

KJRI Jeddah
selaku perwakilan pemerintah di luar negeri segera
menyiapkan segala sesuatunya usai menerima kabar
duka tersebut. Diantaranya membuka kesempatan baik
bagi pejabat perwakilan dari negara-negara lain dan
organisasi internasional di Jeddah maupun bagi
masyarakat Indonesia yang ingin menyampaikan
condolence dan mengekspresikan kesan-kesannya
atas berpulangnya Soeharto pada tanggal 27 Januari
2008.
Selain itu KJRI
Jeddah juga menggelar shalat ghaib dan doa bersama
dengan masyarakat Indonesia yang diawali dengan
shalat isya berjamaah. Dalam acara tersebut Konjen
RI, Gatot Abdullah Mansyur memberikan sambutan yang
isinya menyampaikan bahwa berkenaan dengan polemik
yang timbul di sebagian masyarakat Indonesia, Konjen
RI menjelaskan posisi KJRI Jeddah yang memandang
mantan Presiden Soeharto sebagai pemimpin yang
banyak berjasa dalam pambangunan masyarakat dan
negara Indonesia. Selain itu sebagai sesama muslim
sudah selayaknya kita mendoakan semoga Allah SWT
mengampuni segala dosa-dosanya. Konjen RI juga
menekankan akan jasa-jasa besar beliau selama 32
tahun pemerintahannya. Diakhir sambutannya Konjen
menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh
masyarakat yang telah datang menghadiri acara
tersebut dengan ikhlas.
Acara ditutup
dengan doa bersama dilanjutkan dengan mengisi buku
ucapan belasungkawa yang disediakan khusus untuk
masyarakat Indonesia. Selamat Jalan Bapak
Pembangunan ....
Kembali >>